DI BALIK PERINGATAN KESAKTIAN PANCASILA||PD IPM BOJONEGORO

1 Okt

1 OKTOBER??

kesaktian pancasila?

lubang buaya??

|||||

yaa.,.,Setiap tanggal 1 Oktober rakyat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasiladengan diadakannya upacara di berbagai instansi pemerintah, dan untuk skala nasional upacara tersebut diadakan di lokasi tempat terjadinya sejarah yaitu di Lubang Buaya.

pertanyaannya sekarang.,.masih saktikah pancasila???

Banyak wacana muncul akhir-akhir ini yang menyatakan kalau Pancasila sudah tidak sakti lagi atau bahkan di berbagai media memberitakan bahwa Pancasila sudah “dilupakan” di Indonesia. Jadi apakah benar kenyataan itu?

Jawabannya adalah ada pada diri kita masing-masing, dan mungkin kita perlu sedikit merenungkan untuk hal tersebut, apakah kita masih berperilaku seperti yang tersirat dalam jiwa pancasila? atau apakah kita sudah melenceng?terutama kita PELAJAR MUHAMMADIYAH.[pelajar berkemajuan]

Kita semua tahu dari pelajaran sekolah apa sebabnya diberi nama Hari Kesaktian Pancasila, yaitu telah terbukti bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari muka bumi Indonesia dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran pada percobaan kudeta PKI tahun 1965. Benarkah demikian? Apakah arti sesunggunya di balik peringatan ini?

Peringatan Hari Kesaktian Pascasila ini bercikal bakal pada peristiwa 30 September 1965, di mana enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang dilakukan oleh para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:

* Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,

* Mayjen TNI R. Suprapto

* Mayjen TNI M.T. Haryono

* Mayjen TNI Siswondo Parman

* Brigjen TNI DI Panjaitan

* Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo

Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

* AIP Karel Satsuit Tubun

* Brigjen Katamso Darmokusumo

* Kolonel Sugiono

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965.

mari bersama pelajar muhammaiyah bojonegoro kita amalkan panji-panji nilai yang tersirat dalam jiwa pancasila

Monumen-Pancasila-Sakti

INDAHNYA BERBAGI MARI “donate blood to give life”|PD IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH BOJONEGORO

3 Sep

” Berbijak pada sebuah realitas bahwa tak jarang kita menemukan kasus kurangnya kantong darah di rumah sakit sementara kebutuhan darah terus meningkat.  perbandingan antara jumlah permintaan dan persediaan darah yang tidak seimbang merupakan latar belakang acara ini.” tutur ketua Cabang ipm kota Bojonegoro.

MARI KAWAN BERGABUNG DAN TURUT MENSYUKSESKAN ACARA INI. dan untuk pimpinan cabang lainnya silah berfastabiqul khoirat adakan acara serupa di tempatnya masing-masing.

donor darah

Menuju Musyawarah Wilayah XIX Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur

5 Jan

Musyawarah Wilayah XIX Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur sudah di depan mata. Musyawarah Wilayah yang akan diselenggarakan di Kediri ini, tentu disambut antusias oleh seluruh kader IPM se-Jawa Timur, mulai dari Pimpinan Ranting hingga Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur. Berbagai rencana dan persiapan sudah mulai dilakukan untuk dapat turut serta dalam menyukseskan acara.

1601173_811430072253422_3963308464371199459_n

Musyawarah Wilayah XIX Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur yang akan diselengarakan pada tanggal 6-8 Februari 2015 ini, mengambil tema “Massifikasi Gerakan Ilmu untuk Pelajar Berkemajuan”. Sebagai seorang pelajar yang memiliki tugas utama belajar, sudah menjadi kewajiban untuk memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari apa yang dapat dipelajari. Begitupun organisasi IPM yang selalu berusaha untuk belajar dan terus belajar, hingga dapat mencapai apa yang diinginkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang telah diterima oleh organisasi IPM, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan atmosfer zaman yang terus menghendaki perubahan. Ikatan Pelajar Muhammadiyah haruslah mampu mengimbangi perkembangan IPTEK dan mengaplikasikan dalam kehidupan, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan dalam organisasi. Untuk itulah, perlu dilakukan regenerasi agar IPM dapat terus tumbuh dan berkembang mengikuti perubahan zaman. IPM bukanlah sebuah momok menakutkan yang memaksa kita untuk turut bergabung ke dalamnya, tetapi dengan berIPM kita bisa mengenal dunia sekitar, mendapat pengetahuan baru yang mungkin tidak kita temui di bangku sekolah ataupun kuliah, dan kita juga bisa belajar untuk menjadi seorang pemimpin, baik bagi diri kita sendiri atau untuk orang lain.

Perjalanan mengemban amanah memang bukan sesuatu yang mudah, namun ketika kita dapat memanfaatkan potensi yang ada, maka apa yang diinginkan pasti dapat diciptakan. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, asal kita mau semua pasti bisa. Semoga dengan adanya Musyawarah Wilayah XIX Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur, ke depannya IPM menjadi lebih baik, bukan hanya baik organisasinya, tetapi juga seluruh kader yang ada di dalamnya. Selamat bermuswil, semoga hasil yang didapat penuh dengan manfaat. Musyawarah Wilayah bukanlah sarana untuk beradu pendapat, tetapi Musyawarah Wilayah adalah sarana untuk mencapai mufakat. Mulailah dengan niat yang positif, katena segala sesuatu jika dimulai dengan hal yang positif, maka hasil yang akan kita dapat juga positif.

Nuun wal qalami wamaa yasthuruun.

IPM Jaya!!!

Tahun Baru Ala Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro

5 Jan

Tepat pukul 00.00 kembang api, petasan, dan terompet mewarnai malam pergantian tahun, dan hampir setiap tahun perhelatan semacam ini selalu terulang. Tidak tertinggal kaum muda-mudi pun keluar rumah untuk turut serta merayakan malam pergantian tahun yang demikian. Apakah perayaan yang demikian diperlukan? Mengapa banyak orang Islam yang lebih condong merayakan tahun baru Masehi? Lantas bagaimana orang Islam menghadapi tahun baru Hijriyah? Apakah ada perayaan khusus atau justru diabaikan, dianggap biasa saja?

Tahun baru bukanlah momen untuk perayaan saja, namun alangkah lebih baik jika tahun baru dimanfaatkan untuk mengintrospeksi apa yang kurang di tahun sebelumnya, agar dapat direalisasikan pada tahun berikutnya. Tahun baru juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperbarui pribadi agar lebih baik lagi. Lantas apa yang dilakukan kaum muda-mudi untuk menghadap tahun baru? Liburan ke suatu tempat? Ramai-ramai mengunjungi tempat wisata? Atau justru hanya diam di rumah?

Beginilah kami – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro – memanfaatkan momen tahun baru…

10390975_631243050321227_1539028974344466400_n

10442543_631244953654370_1545426659614330752_n

Jika pada momen tahun baru banyak muda-mudi yang beramai-ramai mengunjungi tempat wisata bersama teman-temannya, lain dengan apa yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro. Memanfaatkan momen tahun baru yang juga merupakan hari libur bagi semua orang, Pimpinan Harian PD. IPM Bojonegoro tidak turut beramai-ramai memadatkan jalan raya. Pada momen tahun baru ini PD. IPM Bojonegoro justru melaksanakan rapat rutin guna membahas agenda besar yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Februari 2015 di Kediri, yaitu Musyawarah Wilayah XIX IPM Jawa Timur. Bertempat di kediaman salah seorang Pimpinan Harian PD. IPM Bojonegoro, rapat pada tanggal 1 Januari 2015 itu berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan untuk agenda besar tersebut. Mengingat PD. IPM Bojonegoro memiliki 12 cabang yang akan turut serta meramaikan Muswil XIX IPM di Kediri, maka perlu adanya pembahasan mengenai pemberangkatan dan segala yang diperlukan untuk Muswil XIX IPM.

10891546_631243843654481_5181260334043394926_n10891583_631241476988051_4317143953732136846_n

Tidak perlu sesuatu yang berlebih untuk mengungkapkan segala sesuatu. Mengetahui kita sama-sama tersenyum dan tetap bergandeng tangan dalam menghadapi setiap episode kehidupan adalah sesuatu yang membahagiakan. Tetap semangat dan terus berkarya. Berikan manfaat untuk sesama.

Nuun wal qolami wamaa yasthuruun.

IPM Jaya!!!

PENGHUJUNG TAHUN BUKAN BERARTI PENGHUJUNG SEMANGAT (Pelatihan Kader Taruna Melati II Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro)

5 Jan

Penghujung tahun 2014 menjadi pilihan bagi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro untuk melaksanakan Pelatihan Kader Taruna Melati II, dengan tema Mengokohkan Ideologi Islam untuk Pelajar Berkemajuan. Taruna Melati yang diikuti oleh kurang lebih 28 peserta – utusan dari seluruh cabang yang ada di Bojonegoro – terselenggara di Perguruan Muhammadiyah Sugihwaras, tepatnya di SMP Muhammadiyah 6 Sugihwaras, Bojonegoro. Dibuka pada hari Jumat, 19 Desember 2014 oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro sukses terselenggara hingga tanggal 22 Desember 2014.

10882154_1012565232102969_5894187934278753688_n

Peserta yang mengikuti Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoo ini mulai dari pelajar SMP, SMA, dan ada beberapa yang duduk di bangku kuliah. Meski demikian mereka bisa menyatu dan saling bertukar pikiran, serta bersama-sama mengikuti serangkaian acara yang sudah terencana. Perbedaan usia tidak menjadikan mereka merasa minder dan takut untuk melempar pertanyaan kepada para pemateri, bahkan celetukan-celetukan ringan untuk sekadar menghangatkan suasana kerap terdengar dari para peserta.

Materi yang disampaikan pada Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro di antaranya adalah Ketauhidan; 12 Langkah Muhammadiyah; MKCHM; Pelajar Dulu, Sekarang, dan Masa Depan; dan masih ada beberapa lainnya. Materi yang demikian tentu juga didukung oleh pemateri yang berkompeten. Banyak pelajaran dan pemahaman yang diperoleh dari pemateri-pemateri yang hadir, banyak pula pesan yang disampaikan untuk pelajar. Salah satunya adalah dari Bapak Roli Abdul Rohman yang menyampaikan materi 12 Langkah Muhammadiyah, “Pelajar sekarang dekat dengan IT. Sebagai seorang pelajar jadikan IT sebagai sarana untuk mencerdaskan diri dan mencerahkan jiwa”.

Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro ini juga dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur yaitu Ipmawan Wahyi Ba’dal Fitri dan Ipmawan A. Nurefendi Fradana (yang Desember lalu dilantik menjadi ketua bidang PIP Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah). Beberapa alumni juga hadir dalam agenda ini, turut meramaikan dan memberi semangat untuk kawan-kawan yang mengikuti TM II.

10882140_1012565692102923_1837869036765457286_n

Terselenggaranya Pelatihan Kader Taruna Melati II PD. IPM Bojonegoro ini tidak lepas dari kerja keras dan perjuangan seluruh personil Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro dan Panitia Lokal dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sugihwaras yang menyediakan seluruh fasilitas selama berlangsungnya Taruna Melati II. Teruslah berjuang, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan mencetak prestasi. Berakhirnya TM II bukan berarti berakhir pula perjuangan, jadikan TM II sebagai suntikan semangat untuk terus berjuang dan berkarya.

Nuun wal qolami wamaa yasthuruun

IPM Jaya!!! IPM Jaya!!! IPM Jaya!!!

Ukiran dalam Aksara Perjalanan Setengah Periode PD IPM Bojonegoro

24 Mar

Hari, bulan, dan tahun terus berganti seiring dengan perputaran bumi mengelilingi matahari. Begitu pun dengan tampuk kepemimpinan PD IPM Bojonegoro. Tanpa terasa sudah hampir setengah periode terlampaui dengan segala suka, duka, tangis, tawa, ceria, bahagia, banyak sekali rasa yang mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, warna-warni.

Perjalanan periode ini dimulai sejak terpilihnya sembilan formatur dalam MUSDA XV IPM Bojonegoro, yang bertempat di MIM 10 Klepek, Sukosewu, Bojonegoro. Dalam MUSDA XV ini terpilih sembilan nama yang selanjutnya akan mengemban amanah dalam menjalankan kepemimpinan IPM di Bojonegoro. Kesembilan nama tersebut adalah (1) Choirul Umam, (2) Ahmad Lazim, (3) Qurrota A’yun, (4) Habib Riza Husein, (5) Ulumuddin Fatwa Wahid, (6) Ulfa Rosyidah, (7) Hayyatul Izzah, (8) Sugiarto, (9) Robiyanto, Ovita Iriani M.S., M. Ngadenan. Pada saat itu juga ditetapkan dalam rapat formatur yang dipimpin oleh Choirul Umam, ketua umum dan sekretaris umum PD IPM Bojonegoro periode selanjutnya, yaitu Ahmad Lazim dan Qurrota A’yun.

Selang beberapa minggu kemudian, diadakan rapat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sumberrejo untuk membentuk struktur kepemimpinan PD IPM Bojonegoro. Alhamdulillah dalam rapat ini terbentuklah susunan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bojonegoro dengan susunan sebagai berikut:

Ketua Umum                                                                                  : Ahmad Lazim

Sekretaris Umum                                                                            : Qurrota A’yun

Bendahara Umum                                                                           : Yoga Pratama

Bendahara I                                                                                    : Hayyatul Izzah

Ketua Bidang Organisasi                                                                : Habib Riza Husein

Ketua Bidang Perkaderan                                                               : Robiyanto

Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI)                                   : Choirul Umam

Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP)                        : Ulfa Rosyidah

Ketua Bidang Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga (ASBO)     : Zahrur Rijal Fatwa

Ketua Bidang Advokasi                                                                 : Teguh Arifianto

13 Juli 2013, yang kebetulan bertepatan dengan bulan Ramadhan, menjadi hari yang bersejarah bagi pimpinan IPM yang baru, karena tepat pada hari itu Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 2013-2015 resmi dilantik oleh Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, A. Nurefendi Fradana.

Banyak sekali agenda yang menghampiri PD IPM Bojonegoro usai pelantikan, di antaranya menjadi pengisi materi dalam acara yang diselenggarakan oleh ranting dan cabang, menjadi instruktur out bound, menghadiri undangan di ranting dan cabang, melantik Pimpinan Ranting dan Pimpinan Cabang, dan masih banyak lagi yang tertunya tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Di antara agenda yang dijalankan oleh PD IPM Bojonegoro, yang terbesar adalah Job Training Administration (JTA), menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Kajuan Unggul Ramadhan (Kurma) PW IPM Jawa Timur, Aksi Pelajar se-Bojonegoro untuk memperingati hari Sumpah Pemuda, mengikuti serangkaian acara Konferensi Pimpinan Daerah IPM Jawa Timur yang diselenggarakan di Lamongan, lomba cerpen pelajar se-Bojonegoro yang InsyaAllah pemenang akan diumumkan saat Konpicab IPM Bojonegoro, dan tentunya masih banyak lagi yang akan menunggu kita ke depannya.

Kawan, tak terasa sudah banyak waktu yang kita habiskan bersama. Kita saling berbagi, melengkapi, bercanda, kesana-kemari bersama, menghabiskan waktu, mengarungi perjalanan kepemimpinan yang penuh dengan liku-liku. Kawan, perjuangan memang belum usai dan berharap tak akan pernah usai. Jangan kotori semua yang sudah dibangun dengan sesuatu yang bisa menimbulkan perpecahan. Kawan, di PD IPM Bojonegoro ini kita bersaudara, kita ibarat satu keluarga yang berproses untuk menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah, warrahmah. Kawan, semua manusia memiliki emosi, emosi itulah yang dapat menjadi sesuatu yang biasa kita kenal dengan keegoisan, marah, sedih, gembira, bahagia, dsb. Kawan, jangan biarkan emosimu menguasai dirimu hingga menimbulkan suatu jalan menuju perpecahan. Layaknya pelangi yang tersusun atas berbagai macam warna, begitu pun dengan ikatan ini. Selalu hargai privacy orang lain, jadikan perbedaan sebagai sebuah keindahan. Kawan, selalu ingatlah bahwa di ikatan ini kita saling berbagi, melindungi, dan melengkapi. Kita adalah satu.

867_474606449318222_877909887_n cats DSC05290 DSC05637 DSCN2620 IMG_0577 IMG_1632 IMG_1634 Jenu-20131230-00346 Jenu-20131230-00364 Photo1060 Photo1070 Photo1543 Photo1553 image_29_ipm Photo1576

GambarGambarGambar

Kawan, selama setengah periode ini, marilah kita bersama-sama mengintrospeksi diri, apa yang salah, apa yang kurang, dan apa yang perlu dibenahi untuk setengah periode selanjutnya. Kawan, berjalanlah bagai air yang mengalir, tanpa sebuah paksaan, tanpa suatu tekanan, apa adanya. Tetap semangat dan selalu berkarya!

Nuun wal qalami wamaa yasthuruun… J

Budaya Kejujuran, “Core Ideology” IPM

24 Mar

Sobat. Bagi kamu yang ikut IPM, coba kita berpikir sedikit. Kenapasih IPM ada? Ini adalah pertanyaan eksistensial. Ternyata Sob, kita sering terjebak lho. Karena terlalu sibuk tenggelam urusan-rusan operasional dan administratis dalam IPM. Kira-kira, “manusia seperti apa” dan budaya organisasi yang bagaimana yang akan dibangun IPM.

Jawabannya ialah core ideology. Apa itu core ideology? Inilah yang membedakan organisasi hebat dengan organisasi biasa. Core ideologyyang bisa membuat IPM menjadi bertahan lama sampai ratusan tahun. IPM menjadi laskar tiap zaman. Core ideology IPM menjadi kompas, penunjuk arah organisasi. Core ideology juga membangun idealisme, sebagai basik karakter indivisu.

Di IPM Sob, core ideology IPM bisa disebut “budaya kejujuran”. IPM ada untuk memberikan pemimpin yang terbaik bagi bangsa Indonesia, bahkan pemimpin alam semesta. Kejujuran merupakan nilai dasar yang harus dimiliki oleh “pemimpin”.

Badi saya, kesuksesan organisasi bersumber pada dua hal penting. Apa itu? Pertama “spirit” yang menyangkut heart (hati). Kedua “strategy” yang menyanggkut head (pikiran). Spirit yang tinggi dibentuk oleh keyakinan dasar (kesadaran ketuhanan), nilai-nilai inti (core values), yang membentuk perilaku utama.

Spiritualitas Ihsan Berkejujuran

Spiritualitas adalah elemen terpenting dalam sebuah organisasi. Spiritualitas menjadi roh terwujudya kinerja luar biasa dalam organisasi. Spiritualitas akan membuat berorganisasi bernilai ibadah kepada Tuhan. Kamu pasti persembahkan yang terbaik.

Esensi ihsan mengandung tiga makna, memperbaiki “ahsana”, lebih baik “yuhsinu:, dan terbaik “ihsanan”. Orang yang ihsan, pasti jujur. KenapaSob? Alasannya bisa dilihat di hadits yang berbunyi “an ta’buda al-allah ka annaka tarahu, wa in lam takun tarahu fa innahu yaraka”(Hendaklah kamu menyembah Tuhan seolah-olah kamu melihatNya, dan seandainya kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia  melihat kamu).

Jadi, Sob, orang yang ihsan tidak akan pernah berani berbohong. Karena dalam hidup, dalam berorganisasi, ia menggunakan karakter Allah. Karakter Allah adalah pondasi kesuksesan sejati. Spiritualitas itu dekat dengan keimanan. Keimanan dekat dengan kesadaran ketuhanan.  Dimana saja kira-kira harus jujur? Jujur itu wujud dari iman. Seperti halnya iman. Jujur itu harus dari dalam hati. Jujur dalam perkataan. Tentunya, jujur pula dengan perbuatan kita. Oke.

Kenapa sih Harus Jujur?

Kejujuran. Satu kata yang amat sederhana. Sekarang menjadi sesuatu yang langka dan sangat tinggi harganya.  Karakter lah yang membuat organisasi itu hebat. Kejujuran unsur terpenting dalam proses membangun organisasi yang kuat.

Sob, paling tidak ada lima alasan kenapa kita harus jujur.  Pertama, jujur akan mengantarkan ke surga. Kedua, jujur akan melahirkan ketenangan. Ketiga, jujur disukai semua manusia.Keempat, jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi. Dan kelima, jujur akan mengantarkan pada keberkahan.

Semoga, dengan kita ber-IPM (berorganisasi) dapat menjadikan kita menjadi manusia berkarakter jujur. Sebab, susah sekali sekarang mencari pemimpin yang jujur. Mulai hari ini kita budayakan kejujuran dari berorganisasi di IPM. Lewat IPM, kita bisa belajar memanajemen kegiatan termasuk keuangan. Kita juga belajar mengemban amanah dengan baik. Terus semangat! Karena Student Today, Leader Tomorrow. Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan.

 

By. Azaki Khoirudin (dalam http://www.ipm.or.id/budaya-kejujuran-core-ideology-ipm/)